Kerjasama pengelolaan bantuan kemanusiaan dilakukan dengan asas kesetaraan.
PKPU dan Muhammadiyah: Bermitra untuk Saling Mengisi
Seusai memberikan bantuan dan melakukan asesmen kebutuhan masyarakat terdampak tsunami Mentawai 2010, tim PKPU bertemu dengan sebuah organisasi dari Australia, Shelter Box. Dalam pertemuan tersebut, dicapai kesepakatan kerjasama antara PKPU dengan Shelter Box Australia dalam pemberian bantuan.
Dengan berpegang pada hasil asesmen kebutuhan yang diselenggarakan PKPU, Shelter Box Australia dan PKPU sepakat untuk saling berbagi peran. “PKPU menyediakan tenda doom sedangkan Shelter Box menyiapkan tempat tinggal sementara bagi pengungsi, peralatan pertukangan, perlengkapan sekolah darurat, alat memasak, sleeping bag, dan matras,” jelas Suharjoni, Emergency Response Team PKPU.
Pengalaman serupa juga dialami LPB Muhammadiyah. Pada saat menangani gempa bumi Yogyakarta 2006, LPB Muhammadiyah bermitra dengan Direct Relief International (DRI) untuk program pelayanan korban gempa di pengungsian. DRI berperan dalam pengadaan obat-obatan dan satu unit mobil ambulan. Sementara LPB Muhammadiyah menyediakan tenaga dokter dan paramedis serta obat-obatan dan 30 unit ambulan yang diambil dari RS-RS Muhammadiyah.
Saat menangani dampak gempa bumi Sumatera Barat 2009, LPB Muhammadiyah bermitra dengan AusAID untuk beberapa program rehabilitasi, pelayanan medis, pendampingan anak, sanitasi. Program tersebut diselenggarakan dengan bantuan dana bersama AusAID, LAZIS MUhammadiyah dan Dana yang dikumpulkan oleh beberapa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dari masyarakat. Kemitraan yang dimaksud bahwa untuk sebuah program, bantuan dana tidak satu sumber dari donor eksternal, tapi ada juga counterpart bantuan dana mandiri dari Muhammadiyah.
Strategi kemitaraan yang dilakukan PKPU dan Muhammadiyah diarahkan untuk mengoptimalkan keunggulan dan keterbatasan masing-masing pihak. Dengan demikian, respon yang dilakukan, tidak hanya efektif, melainkan juga efisien.